Menggali Passion Menulis bagi Penulis Pemula | Belajar Menulis Eps. 2

Oemahdaring.com - Menjadikan Menulis sebagai Passion adalah materi kedua pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 & 24 secara Daring via Grup WA Belajar Menulis. Kegiatan pelatihan ini dipandu oleh Ibu Helwiyah sebagai Moderator dan Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. sebagai Narasumber. 

Tentunya bersama orang-orang hebat memberikan semangat tersendiri bagi saya pribadi untuk memantapkan dan meluangkan diri duduk di ruang tamu bersama laptop kesayangan yang sudah disandingkan dengan handphone disamping kiri. 

Judul Artikel kali ini adalah "Menggali Passion Menulis bagi Penulis Pemula" saya tulis sekaligus sebagai resume pada pertemuan kedua dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 & 24.



Untuk menjadikan menulis sebagai passion, kamu bisa mengawalinya dengan beberapa pertanyaan berikut.

"Mengapa Kita Menulis?" 

Ketika saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya menulis, banyak sekali jawabannya. Saya ingin curhat, saya ingin membagikan pengalaman hidup saya, saya ingin menjadi penulis terkenal seperti Bang Tereliye, Bang Raditya Dika, Bunda Asmanadia, dan lainnya. Bagaimana dengan kamu? 

Berangkat dari pertanyaan tadi, hidup kita akan lebih berarti karena memiliki visi dan misi hidup di dunia ini. Minimal kita memiliki Goal yang ingin dicapai.

"Bagaimana cara kita menulis?"

Setelah kita menemukan alasan-alaasan tadi, baru kita belajar tentang hal-hal teknis. Dan tentunya perlu berproses dengan terus berlatih dan berlatih hingga menjadi penulis yang hebat.

"Kapan kita mulai menulis?"

Kita tak perlu menunggu hingga mahir dalam penguasaan hal teknis terkait teknis kepenulisan. Namun, saat ini juga mulailah menulis. Menulislah dari hal yang terlintas saat ini. Hingga pada akhirnya kita pasti InsyaAlloh bisa menerbitkan sebuah buku sendiri.

Dalam perjalanannya seorang penulis agar tetap memiliki pasion dalam menulis, penulis akan dihadapkan dengan banyak sekali "Kendala dan Hambatan". Apa saja itu?
1. Merasa tidak berbakat menulis
2. Tidak memiliki waktu 
3. Tidak memiliki ide 
4. Tidak mau dikritik 
5. Tidak suka menulis 


Langkah-langkah menjadi Penulis yang Baik 

1. READ

Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)

2. DISCUSS

Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

3. LOOK & FEEL

Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.

4. SOCIALIZE

Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?

Persiapan Menulis (Writing Preparation)

1. Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide 

Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2. Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca

Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable.

3. Menentukan Topik

Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih, dan siapa sasaran pembacanya. Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer. Jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka penulis bisa
menentukan tulisan misalnya dengan topik “Hidup sehat di usia senja”.

4. Membuat Outline

Outline merupakan bentuk kerangka tulisan. Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

5. Mengumpulkan Bahan Materi / Buku

Penulis wajib membaca banyak buku dari sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

Tahapan-tahapan Penulis dari awal hingga bisa menerbitkan buku

1.Editing

Pada tahapan ini membahas tentang:
a. Membaca ulang
b. Menyempurnakan draf

2.Revising

a. Mengubah beberapa bagian naskah.
b. Melengkapi naskah
c. Mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.

3.Publishing

a. Pengiriman naskah
b. Pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
c. Pencetakan
d. Promosi dan distribusi

Beberapa Kata Mutiara dari Ibu Kanjeng (Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd) yang sangat membantu dan menjadi penyemangat saya, untuk selalu konsisten menulis sehingga Menulis tetap menjadi Passion.

Menulis itu Harus Sabar.
Penulis Pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis
Tulislah semampu kita terlebih dahulu.
Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.

Menjadikan Menulis sebagai Passion bersama Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. adalah sajian materi menarik yang membangkitkan semangat untuk belajar menjadi penulis. 

Demikianlah artikel ini ditulis dan sebagai resume pada pertemuan ke-2 yang mengangkat materi "Menggali Passion Menulis bagi Penulis Pemula". Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Menggali Passion Menulis bagi Penulis Pemula | Belajar Menulis Eps. 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel