Terang Redup Pancasila Sakti Generasi Z

Generasi Z atau Gen Z merupakan generasi teknologi masa kini. Generasi Z ini adalah mereka yang lahir pada tahun 1997 sampai dengan 2010. Dimana pada generasi pascamilenial ini, sesuai data sensus penduduk dari pusat statistik pada tahun 2020 tercatat lebih dari 27% populasinya. Ini menandakan beberapa puluh tahun ke depan, generasi Z inilah secara mayoritas akan menjadi ujung tombak kemajuan bangsa dan negara ini. Untuk itu diperlukan perhatian khusus agar mereka bisa survive di masa depan tanpa mengesampingkan perjuangan para pendahulunya. Dimana mereka harus lebih dari berbagai aspek kehidupan..

Generasi Z ini bisa dikatakan generasi yang sudah bisa hidup berdampingan dengan teknologi yang perkembangannya begitu pesat. Dimana internet dan gawai tak akan lepas dari genggaman mereka dalam menjalankan aktivitas keseharian. Berbeda dari generasi sebelumnya, dimana internet masih menjadi hal yang baru.



Terang redupnya pancasila sakti di generasi z tergantung dari persiapan generasi z dalam mengikuti perkembangan. Seperti diketahui bahwa dalam proses belajar generasi z ini lebih suka diajak untuk ikut bergerak, dibanding duduk manis mendengarkan para gurunya. Cenderung lebih menyukai proses belajar yang berbasis praktik maupun berbasis proyek. Kesuksesan mereka dalam menyerap makna dari pembelajaran dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi selah satu dari sekian banyak indikator keberhasilan belajar mereka.

Pancasila sakti menjadi tak sesakti apa yang diidam-idamkan, jikalau Generasi Z ini sulit mengembangkan dirinya di era yang serba terbuka tanpa batas, tanpa bisa menyaring manakan yang baik untuk mereka. Pancasila tidak akan bisa terasa kesaktiannya, ketika Generasi Z ini bahkan lupa akan sejarah pancasila. Pancasila Sakti hanya akan menjadi sebuah monument saja ketika patah sayapnya, lumpuh kakinya, tak berdaya jiwa dan raganya, karena tak dikenal oleh generasi Z dengan segala kelebihan dan kemampuan mereka. Tak bisa dipungkiri, kemampuan generasi Z dibandingkan generasi sebelumnya, sangat jauh. Tetapi untuk bisa membuat Pancasila Sakti tidak hanya kemampuan diri, namun diperlukan kemampuan jiwa. Dimana Pancasila Sakti akan bisa tak tertandingi kesaktiannya, ketika kemampuan diri generasi Z ini juga tidah hanya dibekali untuk mengembangkan dirinya tetapi juga jiwanya.

Pancasila Sakti akan bisa menerangi alam semesta ini, jika memang generasi Z disiapkan menjadi pribadi yang tidak hanya mengembangkan diri tapi juga mengembangkan jiwa. Redupnya Cahaya Pancasila Sakti, akan bisa mengubur mimpi generasi ini, jika hanya diketahui tanpa dijiwai.

Penjiwaan dan pengimplementasian terhadap nilai-nilai pancasila akan bisa menjadikan Pancasila Sakti lebih sakti dari apa yang dibayangkan selama ini. Bangunan monument Pancasila Sakti yang ada di DKI Jakarta, hanya akan menjadi bangunan saja. Tembok setinggi 17 m yang menandakan kemerdekaan bangsa Indonesia pun hanya akan menjadi bangunan saja. Jika generasi Z ini tidak dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa yang sakti.

Semuanya memang harus sinergi dalam mempersiapkan generasi z ini, tanpa ditumpangi kepentingan pribadi maupun golongan untuk menjadikan Pancasila Sakti semakin terang dan tak akan pernah redup lagi. Yang tua harus bisa menjadi tauladan dan panutan bagi yang muda. Menjadi tauladan agar bisa ditiru oleh yang muda dan menjadi panuta agar bisa membimbing yang muda menjadi Pancasila yang Sakti sesakti-saktinya.

Mampukah Pancasila Sakti akan bisa semakin terang menerangi masyarakat luas, sehingga tak akan pernah redup di masa generasi z ini? Pasti bisa. Dimana ada impian yang bersandingan dengan ikhtiar. Namun, impian hanya akan menjadi angan-angan, dan tak akan pernah sampai tujuannya jika generasi z ini tidak bisa menjiwai tapi hanya menghafalkan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila akan tetap sakti, dengan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat. Baik dalam wilayah daerah, nasional, bahkan international. Pancasila Sakti akan semakin terang dimanapun jika sikap dan prilaku bisa sejalan dengan nilai-nilai pancasila. Jangan biarkan Monument Pancasila Sakti hanya sekedar pengingat, jangan biarkan bangunan tembok 17 m hanyalah sebagai bangunan, jangan biarkan generasi z ini tidak bisa menjiwai, tidak bisa memaknai nilai-nilai pancasila, sehingga Pancasila Sakti tak akan bisa sesakti-saktinya. Tanamkan dan jiwai nilai-nilai pancasila sehingga sikap dan perilaku bisa tetap menjadikan Pancasila Sakti. Semua harus dilakukan untuk Indonesia yang berdikari, bermoral, berwibawa dan berkemajuan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Terang Redup Pancasila Sakti Generasi Z"

  1. Terimakasih Bu Aam... semoga bisa menjadi penyemangat dan terus berproses ...

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel